Pendulangan Intan Martapura

Pendulangan Intan Martapura (Cempaka) adalah lokasi pendulangan batu intan dan emas yang diolah secara tradisional yang berada di kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Hanya sekitar 7km dari pasar CBS (Cahaya Bumi Selamat), hingga saya memutuskan naik ojek online saja. Kehadiran transportasi online di Banjarmasin ini sangat membantu wisatawan, karena tak hanya lebih murah, namun menjadi lebih gampang untuk mobilitas.

Intan adalah zat padat yang bening dan zat yang paling keras, mempunyai index bias tinggi, bukan konduktor listrik, tetapi tahan asam dan alkali. Intan terbentuk secara alamiah, serta susunan molekul intan lebih rapat disbanding dengan batu grafit, dengan kerapatan intan 3,51 gram/cm3, sedangkan grafit 2,22 gram/cm3

Pendulangan Intan Martapura
Pendulangan Intan Martapura

Lima belas menit kemudian saya sudah berada di area pendulangan. Suara mesin dari menara kayu bergemuruh, memutar air dan mencuci tanah-tanah hasil galian. Saya melihat bahwa peralatan yang digunakan masih sangat tradisional. Mereka bekerja secara berkelompok dan membagi apapun hasil pendulangannya dengan merata.

Di beberapa titik setengah tubuh mereka terendam air berwarna coklat bersampur tanah, para lelaki dan wanita sibuk mengayak dan memutar pendulang, detik demi detik berulang dari pagi hingga sore hari, dibawah sinar matahari terikpun mereka tetap bekerja, menuai harapan pada batu mulia nan berharga, yang mampu menopang kehidupan, untuk menafkahi keluarga yang mereka cintai. Salut atas kegigihan mereka.

Sambil mengamati suasana di lapangan, beberapa orang pekerja menawarkan butiran-butiran mengkilap  dari balik lembar tissue di genggamannya, di depan mata saya tampak batu berkilau beraneka warna, merah muda, kuning, biru, hijau, menarik sekali, namun karena saya kurang faham akan jenis-jenis bebatuan ini, saya memutuskan  belum membeli langsung dari penjual di sini. Mungkin bisa jadi lebih murah, tapi kemungkinan lebih mahal juga bisa terjadi, karena saya belum faham benar. Lagipula tadi di CBS saya sudah membeli beberapa perhiasan dari batu yang saya minati.

Dari catatan sejarah, pada tahun 1846 ditambang ini pernah ditemukan intan terbesar seberat 20 karat, rekor ini kemudian dipecahkan pada tahun 1850 dengan ditemukannya intan yang lebih besar lagi seberat 167,5 karat.  Hingga tahun 2008 pernah ditemukan intan seberat 200 karat yang diberi nama Putri Malu, dan di duga menjadi Intan terbesar di Asia tenggara. 

Sejak ditemukannya berbagai intan tersebut, banyak penduduk desa Cempaka yang berbondong-bondong mengadu nasib sebagai pendulang intan untuk bertahan hidup, namun kehidupan sebagai pendulang tidak selamanya mulus,tak jarang pendulangan yang berlangsung berjam-jam tidak memberika hasil sama sekali, bahkan memiliki resiko tertimbun tanah longsor di lapangan. Sambil melihat-lihat para pendulang melakukan pekerjaannya, saya melihat timbunan bebatuan yang sudah tidak digunakan disamping kolam pendulangan, dari timbunan batuan.

Alat Tradisional Penggosokan intan Martapura
Alat Tradisional Penggosokan intan Martapura

Mengintip proses penggosokan Intan 

Hari masih terasa terik, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Saya meluncur ke Pusat Informasi Pariwisata dan Penggosokan Intan (PIPPI) Martapura. Di sini selain mendapat info tentang pasca tambang juga bisa melihat langsung bagaimana intan di proses hingga siap jual dan menjadi batu yang sangat bernilai, harga satu buah intan berkisar 3 juta hingga ratusan juta rupiah.

Intan hasil tambang Martapura ini termasuk intan terbaik, hanya saja terkadang kualitasnya tergantung pada purna tambang, penggosokan dan nilai estetika seninya. Namun semenjak sudah menggunakan mesin modern, kualitas gosok intan Martapura tak kalah bersaing dengan hasil penggosokan intan di Eropa. Kamu berminat membeli batu mulia ini?  ke Martapura adalah pilihan yang tepat.

Untuk membaca informasi blog lainnya, silahkan kunjungi halaman ini : BLOG

Leave a Reply

Your email address will not be published.