Air Panas Tinggi Raja ini berada di dalam wilayah Cagar Alam Dolok Tinggi Raja yang memiliki luas hampir 167 Ha, berbatasan dengan Kabupaten Serdang Bedagai. Berada kurang lebih 140 kilometer dari kota Medan, dan 121 km dari Pematang Siantar. Tepatnya di Desa Dolok Marawa, serta berjarak 8 km dari Nagori Dolok ,Kecamatan Silou Kahean,Kabupaten Simalungun.

Keindahan Air Panas Tinggi Raja Sumatra Utara - raiyani
Air Panas Tinggi Raja Sumatra Utara

Tinggi Raja benar-benar primadona wisata air panas. Tak salah apabila Tinggi raja mampu bersaing dengan keindahan kawah putih di Ciwidey atau bahkan air panas Pamukkale di Turki

Sepanjang perjalanan pemandangan kebun sawit, kebun coklat dan karet kerap di temui. Satu jam melewati kota Lubuk Pakam, kita akan tiba di sebuah pertigaan, hanya ada plang sederhana dari triplek di kanan jalan bertuliskan cat berwarna merah,”anak panah Tinggi Raja” ke kiri, maka mulai dari sini jalanan bergelombang, hanya berupa jalan tanah yang diratakan dengan bulldozer, tapi jangan mengeluh dulu karena kondisi jalan ini sudah jauh lebih baik dibanding 2 tahun terakhir, dahulu hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda 2, saat ini kendaraan roda 4 sudah bisa melintasi, namun disarankan jangan sedan.

Tak lama, hanya 20-30 menit saja, kita sudah tiba di titik pertama sumber air panas. Gundukan meninggi berjarak hanya 50 m dari bibir jalan utama, hingga tak sulit melihat fenomena alam ini, tampak 3 patok terpancang di tepi sumber air panas, untuk menghindari pengunjung mendekati sumber air panas yang masih aktif bergejolak sambil menyemburkan air dan hawa panasnya, bak air mendidih dalam kubangan besar.

Kubangan berdiamater hampir 5 meter ini disinyalir semakin membesar, 2 tahun terakhir belum sebesar ini ujar seorang nenek pemilik warung makan di tepi jalan, namun semakin hari semakin membesar. Sehingga pagar sederhana dibuat untuk menghindari pengunjung mendekati sumber oleh karena bongkahan belerang masih rapuh dan bisa menyebabkan kaki terperangkap dalam kubangan air panas.

Dari tempat pemberhentian kendaraan kita bisa berjalan menuju sedikit hutan pandan dari kejauhan sudah mulai tampak bukit yang berwarna putih kehitaman, bukit ini dahulu bekas aliran belerang juga, namun karena sudah semakin membentuk endapan yang meninggi, maka aliran belerang berpindah ke lokasi yang lebih rendah, bekas-bekas aliran belerang semakin lama tampak menghitam oleh proses oksidasi. Dan mengeras hingga kita bisa berjalan di atasnya.

Namun belahan-belahan dan juga lubang-lubang menganga dari tempat keluarnya air masih dapat kita saksikan, jadi berhati-hatilah agar tidak terperangkap dalam lubang-lubang bekas air panas ini, karena ukurannya bervariasi dari 20 cm hingga mencapai diameter lebih dari 1 m

Pohon-pohon kayu mati berjajar kering tanpa daun. Bagai sawah berundak di bali, aliran air dan kolam-kolam kecil membentuk teras putih dengan air bersemu biru muda. Indah sekali. Sesekali aroma belerang menyengat hidung terbawa angina. Namun tak semenyengat belerang di kawah Ijen. Belerang-belerang disini cenderung berwarna putih kecoklatan. Aroma belerang baru tercium tajam apabila kita menceruk air di tangan. Berhati-hatilah, hampir semua aliran air disini cukup dan cenderung sangat panas.

Meninggalkan daerah danau yang kerap disebut kawah putih kita bisa berjalan Ke arah kiri , menurun menuju hutan kecil dan banyak dijumpai tenda-tenda para penjual makanan instan. Jalanan menurun akan diikuti dengan anak tangga dari semen yang di bangun oleh pemda setempat. Ada sekitar 300 anak tangga disini, dan sepanjang perjalanan kita juga bisa menemukan sumber-sumber kecil air panas yang masih aktif menyemburkan air.

Di anak tangga terakhir kita sudah bisa menyaksikan pemandangan bukit belerang lagi. Putih bersemu hijau dan coklat. Tak berakhir disini, masih ada 50 an anak tangga lagi menuju sungai Bahoan. Di sinilah tempat berendam ideal, karena endapan belerang dari atas jatuh bertumpuk mengeras menuju kearah sungai, dan dari celah bongkahan belerang putih, hijau dan coklat emas itu memancur air panas. Hingga berendam d sungai ini bisa merasakan sensasi dinginnya air sungai, maupun yang hangat, tinggal pilih area mana yang kita inginkan.

Tak sekedar berendam, kita juga bisa bermasker belerang disini, butiran belerang berwarna putih bersih bak scrub alami tersebar melimpah, hingga kita bisa menggosokan nya ke badan bak lulur. Dan kembalilah ke dalam sungai untuk membasuh badan.

Dua puluh meter kearah hilir sungai akan ditemukan pula tumpukan lain dari bebatuan belerang, tetap dengan uap panas mengepul membentuk gundukan serta gua dengan stalagtit menggantung.

Dari Pusat Kota Medan:

Rute yang ditempuh dari Medan bisa menuju Dolok Merangir – Tebing Tinggi – Dolok Masihul tepatnya di simpang Kerapuh. Kemudian bisa dilanjutkan melalui Silau Dunia – Negeri Dolok – Silau Kahean – Nagari Dolok Morawa – Dolok Tinggi Raja. Waktu tempuh 3-4 Jam

Dari Bandara Kualanamu Lubuk Pakam

Dari bandara Kualanamu justru lebih dekat, karena lokasi bandara sudah berada di daerah Lubuk Pakam ada dua alternative jalur yaitu melalui Galang – Dolok Masihol – Simpang Kerapuh – Nagori Dolok – Kampung Bahoan – Tinggi Raja, atau melalui Tumbuan yang akan melewati sungai buaya – pantai salju – tulpang – kampung bahoan – tinggi raja. Namun jalur Tumbuan ini yang paling baik saat ini. Waktu tempuh tempuh 1-1.5 jam saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *