Festival Panen Lampung Timur | Hingar Bingar musik dangdut dari sebuah panggung, tak mampu mengalahkan suara gendang di perut saya. Beradu saing juga dengan teriknya matahari di siang itu. Alhamdulillah terasa hangat di badan, setelah berhari hari di Bogor tempat tinggalku kerap turun hujan tak berkesudahan. Warung makan di pojok lapangan menjadi sasaran, abaikan stand berderet panjang. Apa daya sesaat perut minta diisi.

Unik, di sini ada nama-nama desa mirip di pulau Jawa, ada Purbalingga, Sidoarjo, Wates, bahkan kampung Bali. Keanekaragaman suku yang bermukim di Lampung Timur ini memperkaya khasanah budaya. Tak hanya budaya lokal namun juga budaya pendatang.

Tak menyita waktu lama, lontong ditemani pecel sudah habis di lahap, teh hangat meredakan sengal mengudap lontong. Angin sepoi melanyutkan mata, kerlap kerlip menahan kantuk. Namun hilir mudik masyarakat berkostum petani membuyarkan buaian sesaat. Saya segera beranjak mengambil kamera, apalagi kalau tidak memburu aneka jajanan dan hasil tani masyarakat.

Wow, cabe merah segar ukuran besar dijual hanya Rp 5000 per kemasan, rasanya kalap ingin memborongnya. Aneka keripik singkong, nugget lele dengan aroma memikat. Inilah Festival Panen, sebuah acara pesta rakyat di kabupaten Lampung, bentuk pengejawantahan sebuah kesuksesan pertanian, pembangunan yang di retas oleh Kabupaten dan provinsi Lampung.

Tas kamera saya kini sudah penuh gembolan plastik jajanan. Tak apalah bergelayut riang, saat santai nanti tentu habis dilahap dalam perjalanan berikutnya.

Lampung Timur, untuk kedua kalinya saya mengujungi daerah ini, terakhir kali sekitar tahun 1996 an, saat saya masih jadi mahasiswi, itupun hanya mengunjungi Way Kambas. Hingga hadirlah tawaran hadir di Lampung Timur dari rekan ibu Chusnania Chalim selaku Bupati Lampung Timur kepada para blogger di bawah naungan ID Corner. Tawaran menarik ini tentu tak disia-siakan. Ada apa di Lampung Timur?

Festival Panen ini berlangsung pada tanggal 2 Maret 2017 di kecamatan Raman Utara, Lampung Timur. Acara diresmikan langsung oleh Gubernur Lampung, Ridho Ficardo, serta Bupati Lampung Timur, Ibu Chusnunia Chalim. Tabik Punn … seruan pak Ridho menggemuruh, dan disambut dengan “Yak puun” oleh masyarakat Lampung, sapaan khas Lampung sebagai bentuk keramah-tamahan.

Tarian Sigeh Pengunten mengisi di awal acara, tarian yang biasa ditampilkan sebagai bentuk penghormatan pada tamu. Gemulai dan gerakannya sangat anggun. Kostum putih dan sarung tapis menonjolkan kekhasan budaya Lampung. Tak kalah elok tarian Panen Padi tampil menghibur masyarakat, menggambarkan sukacita panen raya.

Pak gubernur berserta rombongan dengan sabar mengunjungi satu persatu stand, sambil berdialog dengan para petani.  Memberi motivasi dan semangat untuk terus meningkatkan hasil pertanian masayarakat Lampung.

Tiba-tiba hiruk pikuk terjadi di depan saya. Masyarakat menyerbu seketika sebuah kotak kayu. Bibit cabe menjadi rebutan untuk ditanam, apalagi harga cabe sangat melambung akhir-akhir ini. Semoga pembagian bibit cabe secara cuma-cuma ini dapat berhasil dan membantu perekonomian rumah tangga.

Pawai festival panen, dari masing masing kelurahan menampilan keberhasilan pertaniannya. Aneka sayur menghiasi Hand Tractor. Kacang panjang terjuntai bak gordyn cantik, terong bergelantungan, aneka buah melon, jeruk, semangka menghias indah, hingga bentuk tiruan hama tikus sebagai bentuk keberhasilan pengendalian hama pertanian Kemeriahan Festival Panen Lampung Timur ini juga di isi dengan aneka lomba, yaitu lomba lesung, lomba pakaian tani, lomba hias tractor. Nah meriah dan serukan.  Ayo tahun depan kamu berkunjung ke Lampung Timur ya:)

3 thoughts on “Festival Panen Lampung Timur, Festival Keberhasilan Rakyat Tani”

  1. Waktu melihat sayur-sayuran segar itu tergantung di grobak dan hand traktor, Sebenarnya aku ngiler banget. Sayang aja Rumahnya jauh jadi tidak bisa minta untuk dibawa pulang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *